EFFENDY PERAIH PENGHARGAAN TERMUDA DI INDONESIA
Ikuti yuk … sepak terjangnya
Setiap orang menginginkan hidup yang enak
Setiap orang ingin dirinya dibebaskan dari problem
Kenyataannya ………………… warna-warni situasi mengelilingi manusia
Sehingga harus siap menghadapi, memilih, memutuskan, dan melakukan agar dirinya tetap survive (hidup)
Seperti halnya yang telah dilakukan oleh Effendy
Dirinya tak ingin larut dalam kesedihan tetapi berani menghadapi kenyataan dan mengamabil keputusan serta go on to success melalui bisnis MLM di Tianshi
Prestasinya Bersumberkan dari Rasa Penyesalan dan Ingin Merubah Kehidupan
Jejaka yang memiliki tubuh sedang, berkulit kuning ini bertipe baby pace maka tak mengherankan meski ia dilahirkan 27 tahun lalu di Ujung Pandang, namun nampak ia masih sangat muda seperti seorang remaja yang baru lulus SLTA. Dalam usianya yang masih muda itu, prestasinya telah membuat decak kagum semua orang.
Pemuda “mungil” yang mengantungi semangat juang yang menggelora itu, meninggalkan kota kelahirannya sekitar tahun 1996. Kota pertama yang diinjaknya adalah Balikpapan, Kalimantan timur. Tahun 1998 barulah hijrah ke Bandung untuk mengadu nasib dan memperoleh kemajuan hidup. Tekad utamanya adalah untuk dapat hidup mandiri sehingga tidak lagi menjadi beban orang tuanya.
Berkat keuletannya itu Effendy tertambat di perusahaan obat dan dipercaya sebagai tenaga Sales Representative Medical. Kepercayaan dan tanggung jawab yang telah diberikan perusahaan, merupakan kegembiraan dan tidak disia-siakan. Ia melaksanakannya secara tekun.
Baginya bekerja adalah belajar, bukan ssemata-mata mencari uang. Alasannya, menurut Effendy apabila bekerja untuk mencari uang tidak akan diperolehnya. Kemudian ia mengungkapkapkan bahwa pamannya yang bekerja puluhan tahun dan telah memiliki posisi direktur, tetapi gajinya dirasakan masih kurang. Dengan gambaran itulah dirinya telah ingin memiliki usaha sendiri, meski bentuk usahanya belum terbayangkan, sehingga pekerjaan yang telah dipercayakan padanya tetap ditekuni.
Di tengah perjuangannya, Effendy tak membiarkan peluang-peluang yang menghampiri dirinya, yang terpenting pekerjaan utamanya tidak terganggu. Filosofinya adalah belajar dari Tarzan, yakni setiap langkah memegang erat akar yang menjadi penopangnya. Sehingga sebelum memperoleh kejelasan dan kemantapan, penopang utamanya tak mau dilepaskan.
Oleh karena itu, dia mencoba menangkap berbagai peluang yang dipandang mendatangkan harapan baru di antaranya adalah peluang bisnis network marketing. Upaya ini diharapkan dapat mewujudkan impiannya.
Alasan masuk Tianshi
Penghasilan dari pekerjaan yang ditekuninya dirasakan belum cukup untuk hidup. Maka dia menginginkan penghasilan Rp 5.000.000,-/bulan.
Pernah mengalami kesulitan yang luar biasa, yaitu:
a. Saat ayahnya sakit keras dirinya tidak memiliki uang, akhirnya untuk bertemu dengan ayahnya hanya mampu naik kapal laut kelas ekonomi. Ingin naik pesawat tapi apa daya uang tak ada.
b. Ketika ayahnya sakit keras dan dirinya ditelepon hingga 10 kali, tetapi tak bisa berbicara, karena Effendy sedang berada di luar. Informasi itu didapat dari temannya melalui tulisan yang ditempel dipintu kamarnya, bahwa ayahnya di Makasar menelepon Effendy sebanyak sepuluh kali. Situasi ini sungguh sangat serius, tetapi sayang dirinya tidak bisa menelepon ayahnya secara langsung. Lalu Effendy berpikir alangkah senangnya jika memiliki HP (Hand Phone) sehingga ayahnya dapat berbicara langsung setiap saat, namun sayang saat itu dia hanya memiliki sebuah alat komunikasi pager. Kemudian Effendy berencana pada esok hari jam 05.00 WIB (subuh) dirinya akan ke wartel untuk menelepon ayahnya. Namun di pagi buta pukul 04.00 WIB memperoleh berita melalui telepon dari pamannya di Makasar bahwa ayahnya meninggal dunia. Saat itu dirinya sangat sedih dan menyesal. Dalam keadaan berduka ia harus pulang ke Makasar. Berkat bantuan dana dari ibu dan saudara-saudaranya, hari itu juga Effendy dapat terbang ke Makasar. Sesampainya di Makasar, ia bersama ibu dan saudara-saudarnya memberikan salam hormat terakhir kepada almarhum ayahnya tercinta yang telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa.
Mulai saat itu Effendy terpacu untuk bekerja keras (sebab ayahnya almarhum juga pekerja keras) dan bisa membeli HP. Baginya HP bukan untuk “gaya-gayaan”, melainkan sebagai alat komunikasi penting dengan keluarga maupun orang lain.
Ingin mengubah hidup secara baik dan halal dan ingin hidup sederhana tapi mampu memenuhi kebutuhan yang diinginkan.
Ingin memiliki usaha sendiri.
Memasuki Tianshi
Sebelum masuk Tianshi, Effendy telah mencoba pada dua perusahaan MLM dan dijalani selama kurang lebih dua tahun. Pada perusahaan MLM yang pertama tidak menghasilkan apa-apa, karena selama setahun menjalani bisnis MLM jaringannya hanya berjumlah satu orang. Sehingga bonusnya tak pernah diperoleh. Pada perusahaan MLM yang kedua, hasilnya masih sama belum menggembirakan. Keadaan ini tidak membuat Effendy menjadi kendur ataupun putus asa. Di tengah kevakuman, kebimbangan dan ketidakpastian, pada Desember 2000 datanglah Louis Tendean yang juga merupakan orang kenalan lama, sebab dia pernah mengajaknya pada perusaan MLM yang belum menghasilkan tersebut. Dalam pertemuannya tersebut, Louis Tendean menginformasikan bisnis mlm Tianshi. Oleh karena Louis selalu memperhatikan potensi yang ia miliki maka Effendy pun menyambutnya dengan senang hati sebelum memutuskan untuk bergabung di Tianshi, ia mengikuti pertemuan yang dibawakan oleh Trisulo di Bandung, setelah itu Louis mengajaknya ikut seminar di Jakarta. Setelah mengikuti pertemuan dan terutama seminar dari Jakarta, hatinya merasa terbakar perihal bisnis MLM di Tianshi, karena berbeda dengan perusahaan MLM lain yang sebelumnya dia kenal dan jalani. Meski Effendy saat itu tidak mempunyai uang untuk menjadi anggota Tianshi, ia berusaha agar dapat segera bergabung. Berkat dukungan dan motivasi Louis Tendean, akhirnya Effendy bergabung di Tianshi dengan posisi bintang dua.
Awal perjalanan di Tianshi
Di awal perjalanannya dirasakan memang sulit, karena alat bantunya tidak memadai, hanya selembar photo copy, brosur tentang Tianshi dan berbahasa mandarin. Tetapi karena semangat dan tekadnya yang kuat, kemauan, impian dan kepercayaan, maka pada bulan Februari Effendy dapat meraih posisi bintang empat dan bonusnya sungguh membanggakan.
Dengan bukti bonus yang diterimanya itu Effendy makin meyakini bahwa bisnis MLM di Tianshi memberikan harapan dan benar-benar nyata. Sejak saat itu semangat Effendy tak bisa dibendung untuk menjalani bisnis MLM di Tianshi di sela-sela waktu kerjanya.
Awal semangat di Tianshi
Dari bukti bonus yang diterima pertama kalinya, Effendy tak ragu lagi untuk menjalani bisnis MLM di tianshi sehingga dirinya ingin meraih sukses bersama jaringannya atau para mitranya. Untuk itulah, dirinya mulai membangun jaringan di antaranya di Tasikmalaya.
Selama 4 bulan Effendy tak bosan-bosannya bolak-balik dari Bandung ke Tasikmalaya untuk membina jaringan yaitu dengan cara mengajar pertemuan di Bandung (karena saat itu pertemuan Tianshi hanya di Bandung), namun tak seorang pun bersedia diajak. Setiap pertemuan hanya dirinya sendiri yang datang, sehingga leadernya seperti Trisulo dan Louis akhirnya mengingatkan katanya: “apabila mau berhasil menjalankan bisnis MLM di Tianshi maka ajaklah teman-teman atau kenalan untuk ikut pertemuan, sehingga mereka semua pintar, bukan pintar sendirian.”
Memperoleh perhatian dan support demikian, Effendy agak terperanjat dan sedikit malu juga, sebab selama empat bulan hanya berhasil mengajak satu orang (yang saat ini sudah berposisi bintang tujuh) untuk pertemuan di Bandung. Biarpun demikian, Effendy tetap bersemangat untuk dapat mengajak teman atau kenalannya ikut pertemuan di Bandung.
Hal-hal yang mempengaruhi semangat Effendy
Meyakini bahwa perusahaan Tiansi adalah besar, produknya yang bagus dan tidak ada saingannya serta sistemnya yang mudah untuk membantu keberhasilannya.
Bonus pertama Rp 140.000,- dan bulan kedua telah mencapai di atas satu juta rupiah.
Ingin mempunyai kehidupan yang cukup, bagaikan air kran bila kita menginginkan kapan saja dapat membukanya
Langkah paling sulit dalam kehidupan
Setelah sembilan bulan menekuni bisnis MLM di Tianshi, posisinya telah meningkat menjadi bintang lima. Meski jaringan telah berkembang, namun bonus yang diterima belum sesuai target yang diharapkan yaitu 5 juta rupiah. Dalam situasi demikian dirinya dihadapkan pada suatu keadaan yang sangat sulit, yaitu bekerja terus sambil menjalankan bisnis MLM di Tianshi atau memilih salah satu. Melalui perenungan dan pemikiran yang panjang akhirnya dirinya harus berani memilih dan akhirnya Effendy memutuskan memilih Tianshi dan melepaskan pekerjaannya yang telah lama ditekuninya.
Hambatan yang sering dijumpai
Penolakan dari keluarga, teman dekat maupun kenalannya. Oleh karenanya harus memiliki mental baja.
Belum dapat menjalankan secara maksimal sehingga dia harus pintar-pintar mengatur waktu.
Setelah full di Tianshi
Jiwa yang tegar dan pikiran yang positif telah mematangkan langkah Effendyi maka setelah sebulan menjalani bisnis di Tanshi secara penuh, peringkatnya langsung naik ke posisi bintang enam dan bonusnya langsung meningkat dengan jumlah yang luar biasa, yaitu lebih dari 5 juta rupiah. Tak terasa bahwa target penghasilannya yang diinginkan telah terlampaui, ia tidak bisa main-main lagi dalam menjalani bisnis mlm di Tianshi. Melihat prestasi yang dialami oleh Effendy, maka Louis sebagai upline nya juga merasa sangat senang. Louis selalu mensupport agar jangan puas sampai di situ saja, tetapi ditingkatkan terus prestasinya.
Bulan berganti bulan, dan memasuki tahun 2002 prestasi dan posisi pun juga semakin meningkat, hingga akhirnya posisi bintang tujuh di raihnya. Bonusnya pun meningkat hingga di atas 10 juta rupiah. Akhirnya pada bulan Mei 2002 ia memperoleh penghargaan yang membanggakan bagi setiap member di Tianshi berupa satu unit mobil mewah BMW. Penghargaan ini diterima oleh Effendy dan diserahkan secara simbolis oleh pendiri dan Presiden Tianshi Mr. Li Yinyuan (Mr. Li) di Istora Senayan Jakarta bersama penerima penghargaan lainnya dari seluruh dunia.
Hal-hal yang mempengaruhi kesuksesan
Karena sikapnya yang positif dan mau belajar (teachable) dengan upline maupun downlinenya.
Mengikuti apa yang dikatakan oleh uplinenya (leadernya) dan jiplak secara habis. Menurutnya bahwa Louis mengatakan semakin anda bandel mendengar kepada upline maka anda akan semakin lambat naik ke puncak, makanya dirinya tak mau bandel, sebab dirinya ingin cepat sampai ke puncak kesuksesan.
Dari leadernya terutama Louis, sebab apa yang juga dilakukan, dia selalu memberi visinya dan memiliki pikiran maju.
Strategi khusus Effendi dalam mencapai sukses
Melakukan meeting (pertemuan) atau membuat pertemuan di rumah atau tempat-tempat khusus. Pertemuan rutin dan OPP wajib dilakukan.
Melalukan konsultasi dengan upline/sponsor yang aktif. Menurutnya suatu prestasi bukan saja hasil kerja tetapi juga merupakan anugerah sehingga jangan sampai memiliki sifat sombong.
Berusaha habis-habisan di Tianshi.
Apabila memperoleh penolakan, dirinya tetap ramah dan senantiasa memberikan informasi untuk dapat dipelajari, siapa tahu suatu saat diperlukan, dan meminta referensi pada teman atau sahabatnya.
Tanggung jawab terhadap jaringan yang belum maju
Mencoba untuk memberikan support dan meningkatkkan tentang haknya yang dapat meraih sukses dan dapat mencapai hidup kaya.
Mengajak kerja sama, sebab setiap anggota pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang sama dengan dirinya.
Membantu melalui support system yaitu dengan OPP, seminar sukses, sebab jika harus dilakukan pada setiap orang semua bisa “teler” alias tidak mungkin dilakukan secara pribadi, maka harus selalu melalui system.
Special support terhadap mitranya
Setiap mitranya agar dapat melakukan sesuai yang telah diajarkan di support system LNI melaui tujuh langkahnya.
Melakukan konsultasi dengan upline sesering mungkin.
Bahwa setiap orang itu penting oleh karena itu harus saling menghargai.
Setelah memperoleh penghargaan
Kini, semua keluarganya termasuk Omanya mendukung usahanya di Tianshi, begitu juga teman-temannya telah bergabung menjalani bisnis MLM di Tianshi. Menurut Effendy bahwa posisi bintang tujuh (*7) itu enak, tetapi bintang delapan (*8) benar-benar enak. Demikian ungkapnya sambil tertawa lebar, sebab saat ini dirinya telah meraih posisi bintang delapan (*8) yang bonusnya telah mencapai puluhan juta setiap bulan dan jumlah jaringannya juga telah mencapai ratusan orang. Bonus yang diberikan dari Tianshi sesuai dengan tanggung jawab yang diembannya.
Kiat sukses dan kehidupannya
· Memiliki impian yang kuat dan jelas dan impiannya merupakan bosnya.
· Sikap yang positif dan benar.
· Mengikuti saran sponsor/upline.
· Just focus and just do it.
· Memiliki pendirian.
· Jiplak habis/duplikasi apa yang dilakukan dan dikatakan oleh sponsor aktif.
· Semakin anda bandel mendengar sponsor anda semakin lambat anda naik.
· Dan jadilah teachable
· Be a good team player.
· Trust your hope not your fear.
· Ora et labora.
· Menjadi orang yang berguna pada orang yang dikasihi, masyarakat dan Negara.
KOMPETISI KE PUNCAK
Ketika MLM masuk ke Indonesia pada saat itu perniagaan ini belum banyak dikenal orang. Sebagai sebuah industri bisnis, MLM terus mengembangkan jaringannya. Dan kini, seiring dengan perjalanan waktu, telah banyak MLM yang mencatat sukses serta melahirkan jutawan-jutawan yang bergelut didalamnya. Nama-nama para bintang dalam MLM kemudian muncul dengan segenap kisah suksesnya yang mengundang decak kagum. Mereka melangkah pasti menuai sukses berikutnya mewujudkan mimpi-mimpinya.
Dari kenyataan ini, kecenderungan besar yang kemudian terjadi adalah kompetisi yang ketat dari berbagai MLM dalam menggunakan strategi, merebut peluang pasar serta mengembangkan promosi serta memperkokoh jaringan usaha. Dari semua MLM yang berkiprah itu kemudian seleksi alampun terjadi. Hanya MLM yang benar-benar tangguh yang dapat bertahan dan mengembangkan dirinya di Indonesia. Demikian juga orang-orang yang bergulat di dalamnya. Hanya mereka yang punya kesungguhan, memelihara semangat dan terus mengembangkan dirinya yang bisa meraih kesuksesan.
Dengan demikian, kesuksesan industri MLM adalah kesuksesan para penggiat juga. Dalam kompetisi MLM semakin tajam saat ini, nampak bahwa yang berada di puncak kesuksesan diawali karena adanya keyakinan yang kuat terhadap kesuksesan, selain itu semangat yang menggelora, penampilan prima dan tak mau kenal lelah serta mereka mau melebur dengan masyarakat sebagai wahana untuk memperkuat dan mengembangkan jaringan perniagaan.
Memperhatikan fenomena seperti inilah nampaknya dimasa depan, ketika pasar bebas mulai diberlakukan, sangat terbuka kemungkinan munculnya kecenderungan-kecenderungan ikutan yang dapat kita saksikan.
Aan Zainal Hafid, Redaktur global Net.
ini Fhoto aku sm bpk Effendy
